Hadiri Reses, Warga Air Kuning dan Ahuru Minta Dibangun Talud dan Lampu Jalan

451

AMBON, BERITAKOTAAMBON.ID - Kawasan Air Kuning dan Ahuru, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon merupakan dua lokasi pelaksanaan Reses Masa Sidang I, Tahun Persidangan 2025-2026 yang dilakukan anggota DPRD Kota Ambon, Andi Rachman, Minggu (7/12/2025).

Dalam reses itu, aspirasi yang banyak disampaikan warga RT.01/RW.21 Air Kuning dan RT.02/RW.016 adalah perbaikan talud penahan longsor dan lampu penerangan jalan.

Dimana setiap musim penghujan, warga Kelurahan Ahuru selalu kebanjiran dan terancam longsor. Bahkan lingkungan tersebut masih gelap lantaran tidak ada lampu penerangan jalan. Sama halnya dengan lingkungan Air Kuning.

"Kami di Ahuru sini setiap hujan itu sering banjir. Sementara talud sungai rendah dan beberapa rumah di bagian bukit terancam longsor. Belum lagi kalau malam tidak ada lampur penerangan jalan. Mohon agar pak Andi bisa perjuangkan aspirasi kami," pinta ibu Jihan, salah satu warga RT.02.

Hal yang sama juga disampaikan Mus, salah satu Tokoh Masyarakat Air Kuning, dalam reses terpisah.

Menurutnya, warga Air Kuning masih membutuhkan berbagai perbaikan infrastruktur seperti drainase, jalan setapak, talud penahan longsor dan lampu penerangan jalan.

Namun jika kondisi keuangan Pemkot Ambon belum stabil lantaran efisiensi anggaran, sambungnya, bisa dilakukan secara bertahap. Dimulai dengan lampu penerangan jalan dan talud penahanan longsor.

"Kalau di Air Kuning sini, banyak hal sebenarnya. Mulai dari drainase yang sudah lama tertutup. Akibatnya air tidak jalan dan masuk lingkungan warga karena banyak yang berjualan di badan jalan. Ini yang harus ditertibkan. Kemudian soal lampu penerangan jalan dan talud, ini juga yang dibutuhkan. Jika kondisi keuangan belum stabil, mungkin bisa dimulai dengan lampu penerangan jalan," pinta Mus.

Menanggapi aspirasi masyarakat Air Kuning dan Ahuru, Anggota DPRD Kota Ambon, Andi Rachman mengatakan, siap memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan konstituennya.

Namun mengingat kondisi keuangan daerah yang saat ini sedang mengalami pemotongan dana transfer dari Pemerintah Pusat, maka persoalan lampu penerangan jalan akan ditanggulangi langsung olehnya.

"Selurun aspirasi ini menjadi catatan penting bagi saya untuk nantinya didorong ke pemerintah. Memang persoalan infrastruktur ini butuh anggaran besar. Apalagi wilayah kecamatan Sirimau ini cukup luas, dan hampir semua wilayah ini keluhannya sama. Maka itu, akan saya mulai dari lampu jalan dulu dari anggaran pribadi. Nanti yang lain akan kita dorong secara bertahap, karena kondisi keuangan daerah belum stabil," tandas Andi.

Sekretaris DPC PPP Kota Ambon ini menjelaskan, kondisi keuangan daerah sedang tidak baik-baik saja. Diantaranya Dana Alokasi Khusus (DAK) yang dipotong pemerintah pusat sebesar Rp 136 miliar. Hal ini berdampak terhdap proses pembangunan di ibukota Provinsi Maluku ini.

"Kita tidak bisa hanya berharap dana transfer dari pusat. Maka itu perlu ada inovasi dan dukungan masyarakat untuk meningkatkan PAD kita. Salah satunya pajak sampah rumah ramah tangga. Karena kota ini hanya bergantung pada pajak restoran dan jasa lainnya," papar dia.

Ia juga menjelaskan, bahwa DPRD memiliki tiga fungsi utama yakni budgeting, pengawasan dan legislaasi. Dan agenda reses yang berlangsung sejak 2-8 Desember 2025, ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan. Sehingga wajib memperjuangkan apa yang menjadi aspirasi warga, terkhusus daerah pemilihan (dapil) Sirimau 2.

"Dengan pemotongan dana transfer pusat tentu akan berdampak, apalagi PAD kita juga kecil. Namun seluruh aspirasi tadi kkta akan perjuangkan sesuai kemampuan. Jika belum seluruhnya, kita akan berupaya agar bisa bertahap. Karena dengan pemotongan itu, bisa jadi banyak program yang tidak jalan," tutupnya. (UPE)

1 Menyukai postingan ini