Keluarga Besar PDI P Maluku Gelar Natal

50

AMBON, BERITAKOTAAMBON.ID - Keluarga besar Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Provinsi Maluku menggelar perayaan Natal yang sarat makna di rumah dinas Ketua DPRD Provinsi Maluku. Acara yang dihelat pada Selasa (6/1) menghadirkan kombinasi suasana keagamaan yang khidmat dan semangat persiapan politik untuk pemilihan umum mendatang.
 
Mengusung tema "Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga" dan subtema "Allah Menolong PDIP Menang Pilpres dan Pemilu Legislatif 2029 Serta Kepala Daerah 2029 dan 2031", perayaan ini menghubungkan pesan spiritual dengan komitmen partai untuk membangun keluarga bangsa yang kuat dan sejahtera. Tema utama diambil dari pedoman bersama PGI dan KWI, yang disesuaikan dengan konteks perjuangan PDIP bagi rakyat.
 
Dalam acara yang dipimpin bergantian oleh Pendeta Ruth Saiya dan Pastor Lucky Kelwulan, hadir berbagai elemen penting di antaranya pengurus DPD PDIP Provinsi Maluku, anggota Fraksi PDIP di DPRD Provinsi, pengurus DPC dari Kota Ambon, Maluku Tengah, dan Seram Bagian Barat, serta pengurus PAC dan Ranting PDIP se-Kota Ambon. Juga turut meramaikan acara perwakilan organisasi penyandang disabilitas, anak-anak dari tiga panti asuhan, dan sejumlah tamu undangan.
 
Sesi ibadah dihidangkan dengan berbagai pertunjukan seni keagamaan dan budaya, termasuk paduan suara Orang Muda Katolik Paroki Santo Jacobus Ahuru, solois Nn Veleta Tasik dan Andi Pattiasina, vokal grup PDIP Maluku, Paduan Suara Calvari, serta Paduan Suara DPC PDIP Kota Ambon yang menyanyikan kidung pujian dan membacakan puisi natal. Pembakaran lilin natal dilakukan oleh Ketua DPD PDIP Provinsi Maluku Benhur George Watubun, Sekretaris DPD Nanci Purmiasa, dan perwakilan pengurus partai.
 
Pendeta Ruth Saiya dalam khotbahnya menyampaikan kesan mendalam karena pertama kalinya khotbah natal disampaikan dengan mimbar yang menampilkan identitas PDIP. Ia mengajak semua hadirin untuk menjadikan kabar baik kelahiran Yesus Kristus sebagai dasar untuk menjadi agen perubahan bagi rakyat kecil. "Kita sebagai Marhaenis harus merespons rintihan masyarakat tanpa menunggu masalah menjadi sorotan publik. Itu adalah pilihan iman yang harus kita lakukan," ujarnya.
 
Setelah sesi khotbah selesai, Pastor Lucky Kelwulan melanjutkan dengan doa syukur yang penuh harapan sebelum Benhur George Watubun naik ke panggung untuk memberikan sambutan.
 
Dalam sambutannya, Ketua DPD PDIP Provinsi Maluku menjelaskan bahwa persiapan untuk pemilihan umum telah dimulai jauh-jauh hari. "Meskipun pemerintah pusat belum menetapkan jadwal resmi, kita sudah fokus untuk meraih kemenangan di Pilpres dan Pileg tahun 2029, serta Pilkada yang diperkirakan akan digelar pada tahun 2031," jelasnya. Menurutnya, keberadaan logo PDIP pada mimbar khotbah bukan untuk mencampuri urusan keagamaan, melainkan untuk menunjukkan bahwa partai terbuka bagi semua lapisan masyarakat dan siap menerima nilai-nilai moral yang dapat memperkuat perjuangan.
 
Watubun juga mengingatkan kontribusi penting PDIP dalam pengesahan Peraturan Daerah (Perda) tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Penyandang Disabilitas di Provinsi Maluku, yang digerakkan oleh Samson Atapary ketika menjabat Ketua Komisi IV DPRD Provinsi. "Kita mengundang penyandang disabilitas dan anak-anak panti asuhan sebagai bukti bahwa PDIP tidak pernah melupakan mereka yang paling membutuhkan," katanya.
 
Selain itu, ia mengumumkan bahwa PDIP akan segera menggelar apel akbar untuk siaga bencana, mengantisipasi kondisi cuaca ekstrem yang diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada bulan ini. "Kita lahir dari rakyat dan harus selalu siap membantu mereka yang terkena dampak bencana atau kesulitan ekonomi," tandasnya.
 
Pada penutupan acara, panitia menyebarkan sebanyak 530 paket sembako kepada seluruh peserta dan undangan. Jumlah paket tersebut dipilih sebagai bentuk peringatan awal untuk Hari Ulang Tahun (HUT) PDIP ke-53 yang akan dirayakan secara nasional di Jakarta. "Bantuan ini adalah wujud kepedulian kita sebagai keluarga besar PDIP terhadap sesama, tanpa memandang latar belakang atau afiliasi politik," pungkas Watubun.(GEM)