Jaksa Kejar Mantan Kades Sehati
ilustrasi
Berita Kota Ambon
11 Mar 2022 08:56 WIT

Jaksa Kejar Mantan Kades Sehati

BERITAKOTAAMBON.ID - Gabungan tim Tabur Kejaksaan Agung RI dan Kejaksaan Tinggi Maluku, masih terus melakukan pengejaran terhadap buronan kasus dugaan korupsi ADD dan DD Negeri Sehati, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah.

Mantan Kepala Pemerintahan Negeri Sehati, Markus Wattimena, dinyatakan DPO setelah tim penyidik Kejari Maluku Tengah menetapkan dia sebagai tersangka ADD dan DD tahun 2018-2020, dengan nilai kerugian sebesar Rp 1,5 miliar.

“Jadi untuk diketahui, tim tabur terus berupaya untuk mencari tahu keberadaan tersangka. Karena jika tersangka sudah masuk DPO, maka wajib hukumnya tim bekerja untuk menangkap yang bersangkutan,” ungkap Kasi Intel Kejari Malteng, Rian Lopulalan, Kamis (10/3).

Menurutnya, terhadap perkara dugaan korupsi ini, negara dirugikan dengan uang miliaran rupiah, sehingga Korps Adyaksa terus mengintensifkan pencarian tersangka.

Baca juga: Maluku Batal Jadi LIN, DPR dan DPD RI Akan Temui Gubernur

“Tetap pencarian diintensifkan. Semua koordinasi pun terus kita bangun, untuk mencari tersangka,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, pasca ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi ADD dan DD Negeri Sehati, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Markus Wattimena selaku Kepala Desa Sehati, kabur alias keluar dari Provinsi Maluku.

Kasi Penkum Kejati Maluku, Wahyudi Kareba, mengatakan, pasca Kepala Desa Sehati, Markus Watimena, ditetapkan sebagai tersangka, yang bersangkutan kabur keluar dari Maluku. Sehingga Kejaksaan Negeri Maluku Tengah telah memasukan nama tersangka dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Menurut Wahyudi, Kejaksaan Negeri Malteng akan berkoodinasi dengan tim intelijen Kejati Maluku, selanjutnya melaporkan hal ini ke tim Tabur Kejaksaan Agung RI, untuk dilakukan penangkapan terhadap tersangka.

“Jadi resmi Kejari Malteng baru saja memasukan tersangka dalam DPO. Rencananya, dalam waktu dekat, mereka berkoordinasi dengan tim intelijen Kejati untuk selanjutnya memyampaikan ke tim Tabur Kejagung untuk dilakukan penangkapan,” ujar Kareba, Selasa (15/2).

Jaksa dengan dua bunga melati itu mengaku, penetapan tersangka dilakukan Kejari Malteng, karena tersangka diduga melakukan tindak pidana korupsi terhadap pengelolaan ADD dan DD tahun 2018-2020 dengan kerugian negara sebesar Rp 1,5 miliar.

“Penetapan tersangka dilakukan penyidik ketika ditemukan ada sejumlah item pekerjaan fiktif. Selain fiktif, ada juga modus lain dilakukan, yakni, mark-up nilai belanja dari anggaran DD dan ADD tersebut,” tandasnya. (SAD)

Dapatkan sekarang

Berita Kota Ambon, Ringan dan cepat
18 Disukai