Nelayan Andon Sebabkan Gagal Panen Rumput Laut
Wakil Ketua I DPRD KKT, Jidon Kelmanutu.
Adm.RedaksiBKA
13 May 2022 08:26 WIT

Nelayan Andon Sebabkan Gagal Panen Rumput Laut

BERITAKOTAAMBON.ID - Keberadaan belayan andon di kawasan laut Pulau Seira, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, kian meresahkan.

Bukan hanya meraup hasil perikanan berupa telur ikan terbang, namun akibat aktivitas mereka membuat petani rumput laut di Kepulauan Seira merugi.

Rumput laut yang mereka budidaya mengalami gagal panen, akibat laut yang kotor karena aktivitas para nelayan andon.

Permasalahan tersebut membuat Wakil Ketua I DPRD KKT, Jidon Kelmanutu, menjadi geram. Dia mendesak Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar untuk mengambil langkah tegas terhadap nelayan andon, yang beraktivitas di perairan Pulau Seira.

Menurutnya, aktivitas nelayan andon sangat merusak lingkungan. Ribuan daun kelapa yang mereka tabur di laut untuk kepentingan mereka. Belum lagi berbagai limbah yang mereka buang ke laut. Ini semua memberikan kerugian bagi petani rumput laut Pulau Seira. 

Memang ada konpensasi yang diberikan para nelayan andon itu pada setiap desa yang ada di Pulau Seira, katanya, yakni Rp 15 juta per musim panen telur ikan terbang. 

Namun, ungkap Kelmanutu, masyarakat tidak mau menerima kompensasi tersebut. Sebab kerugian yang ditanggung oleh mereka jauh lebih besar, ketika mengalami gagal panen rumput laut.

"Kami tak menginginkan uang dari para nelayan yang kerjanya hanya buat masyarakat susah. Kenapa sampai dengan hari ini masyarakat menolak? Karena setiap pencarian telur ikan terbang selalu mengotori laut yang terus menerus mengakibatkan masyarakat pemilik Rumput laut gagal panen Hasil rumput laut mereka," ujar Kelmanutu.

Bukan itu saja, lanjutnya, masyarakat Pulau Seira juga prihatin dengan dengan keberlangsungan sumberdaya kelauatan dan perikanan di laut mereka.

Putra daerah Pulau Seira itu mengungkapkan, para nelayan andon itu berasal dari Sulawesi. Mereka awalnya beraktivitas di Papua. Setelah masuk ke perairan Kepulauan Aru. Sekarang masuk di wilayah laut Tanimbar.

Keberadaan mereka di perairan Pulau Seira, KKT, katanya, karena telur ikan terbang pada beberapa perairan sebelumnya telah berkurang drastis. bahkan ikan terbangnya hampir punah. 

Untuk itu, dia mendesak Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar untuk bertindak tegas. Apalagi keberadaan mereka tidak memberikan PAD bagi daerah. "Hasil tangkapan nelayan Andon tidak pernah dilaporkan ke dinas terkait," tandas  Kelmanutu. (BTA)

Dapatkan sekarang

Berita Kota Ambon, Ringan dan cepat
4 Disukai