Polres Aru Ungkap Penimbunan Minyak Goreng
Adm.RedaksiBKA
05 Apr 2022 07:23 WIT

Polres Aru Ungkap Penimbunan Minyak Goreng

BERITAKOTAAMBON.ID - Polres Kepulauan Aru berhasil mengungkap dugaan aksi kejahatan penimbunan ribuan liter minyak di goreng, yang dilakukan di gudang PT Rezeki Samudra Abadi, di Dusun Belakang Wamar, Jl. Pertamina Dobo, Kecamatan Pulau-Pulau Aru, Sabtu (2/4), pekan kemarin.

Ribuan liter minyak goreng bermerek Seira itu ditemukan Tipidter Satuan Reskrim Polres Kepulauan Aru, telah dikemas dalam ratusan karton berisi 4 jirigen lima. 

Kapolres Kepulauan Aru, AKBP Sugeng Kundarwanto, dalam pres rilisnya, menjelaskan, kronologis terungkapnya dugaan penimbunan ribuan liter minyak goreng tersebut bermula dari hasil kordinasi dan monitoring Tipidter Satuan Reskrim Polres Kepulauan Aru bersama Dinas Perdagangan Kabupaten Aru. 
Hasilnya, ditemukan ada kelebihan stok minyak goreng selama Bulan Suci Ramadhan, yang tidak terdaftar pada Dinas Perdagangan Kabupaten Kepulauan Aru. 

"Nah, setelah dilakukan upaya penyelidikan dan observasi dilapangan, ditemukan adanya dugaan penimbunan ribuan liter minyak goreng di gudang logistik milik PT Rezeki Abadi, sebanyak 580 karton. Isinya masing-masing karton 4 jirgen bermuatan 5 liter. Totalnya ada 11.600 liter," jelasnya.

Setelah dilakukan pengembangan dan pengecekan, minyak goreng merek Seira tersebut juga telah dipasarkan ke toko Endimon, sebanyak 174 karton, kemudian toko Berlian ditemukan 5 karton dan 3 gen muatan 5 liter. Sementara di toko Anugerah 81 karton.

"Jadi jumlah keseluruhan minyak goreng merek Seira yang sudah kita amankan sebanyak 848 karton. Tiap-tiap kartonya berisi 4 jirigen bermuatan lima liter ditambah 60 liter, jadi total keseluruhan berjumlah 17.020 Liter minyak goreng," ungkapnya

Lebih lanjut dijelaskan Kapolres, modus operandi pelaku usaha tersebut, yakni, melakukan pengiriman minyak goreng dari Surabaya ke Kabupaten Kepulauan Aru menggunakan kapal tanker. Tidak menggunakan container atau Tol Laut, untuk menghindari cost pengiriman.

"Jadi itu operandi mereka. Para pelaku ditetapkan melanggar pasal 106, jo pasal dan atau pasal 107, jo pasal 29 ayat 1 UU Nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan, jo Pasal 11 ayat 2 Perpres 71 tahun 2015 tentang penetapan dan penyimpanan barang kebutuhan pokok dan barang penting," tutupnya. (WAL)

Dapatkan sekarang

Berita Kota Ambon, Ringan dan cepat
14 Disukai