Hanubun Berhasil Giring Kei Besar Jadi Pintu Gerbang Nasional
Bupati Maluku Tenggara (Malra), M. Thaher Hanubun
Berita Kota Ambon
07 Mar 2022 07:53 WIT

Hanubun Berhasil Giring Kei Besar Jadi Pintu Gerbang Nasional

BERITAKOTAAMBON.ID - Bupati Maluku Tenggara (Malra), M. Thaher Hanubun berhasil menggiring Kei Besar menjadi pintu gerbang nasional. Keberhasilan itu setelah Pemerintah Pusat lewat Peraturan Presiden (Perpres) nomor 18 tahun 2020, tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024.

Sebelumnya, lewat Keputusan Presiden (Keppres) nomor 6 tahun 2017 sebagai Pulau Terluar, menetapkan empat kecamatan di Kei Besar sebagai lokasi prioritas (Lokpri) wilayah perbatasan. Yakni Kecamatan Kei Besar Utara Timur, Kecamatan Kei Besar, Kecamatan Kei Besar Selatan dan Kecamatan Kei Besar Selatan Barat.

Hal ini yang akhirnya membuat Bupati Maluku, ingin menjadikan Kei Besar sebagai salah satu prioritas pembangunan Malra tahun 2022. 

Salah satu kebijakan yang sudah masuk dalam RPJMN, mencakup jalan trans Kei Besar lewat APBN yang telah disetujui Presiden sebesar kurang Rp 1,2 triliun.

Baca juga: Bupati Malra Dukung Gubernur Pimpin KONI Maluku

“Kalau sudah ditetapkan sebagai Lokri sesuai Perpres 18 tahun 2020, maka secara langsung akan menjadi pusat perhatian Pemerintah Pusat. Ini artinya Kei Besar ditetapkan sebagai salah satu pintu gerbangnya Indonesia,” terang Hanubun, akhir pekan kemarin.

Ia mencontohnya, jika dalam APBD maupun APBN, Malra memiliki 300 proyek pembangunan, maka kurang lebih 220 proyek pengembangannya itu ada di Kei Besar dibandingkan Kei Kecil yang hanya mencakup puluhan.

Tak hanya itu, Hanubun dalam melobi pemerintah pusat juga berhasil mendapat bantuan hibah anggaran sebesar Rp 100 miliar, yang diperuntukan untuk pengembangan jalan.

Diakuinya, khusus DAK tahun 2022, Malra juga kebagian kurang lebih sebesar Rp 88 miliar yang diperuntukan untuk pembangunan infrastruktur jalan.

“Jadi membangun Malra khususnya di Kei Besar, bukan hanya lewat APBD tapi juga ditopang oleh, APBN dan DAK yang semuanya dikerjakan secara akuntabel, transparan tanpa ada KKN,” sebutnya.

Selain infrastruktur, dari sisi peningkatan SDM juga tak luput dari perhatian, Pemda Malra dengan berbagai program kerja. Yang semata-mata ingin mewujudkan dan menciptakan SDM yang berkualitas, sesuai apa yang menjadi harapan  Presiden RI Joko Widodo.

Akan tetapi, sambungnya, apapun rencananya, jika tidak didukung SDM yang baik, maka segala proses pembangunan tidak akan berjalan baik.

Meskipun diakuinya, Malra memiliki SDM yang cukup banyak sesuai kapasitas masing-masing. Namun apakah seluruh SDM yang dimiliki itu punya kepedulian untuk membangun Malra lebih baik kedepan atau tidak.

“Kita punya SDM khususnya orang Kei, itu ada dimana-mana dan sangat luar biasa. Tapi pertanyaannya, apakah mereka mau bergabung tidak ? untuk  nantinya bisa memberikan pikiran, saran atau ide. Tidak perlu fisiknya, tapi paling tidak pikiran-pikiran brilian yang disampaikan kepada kami untuk sama-sama membangun daerahnya sendiri,” pintanya.

Dari sisi perekonomian, tambah hanubun, dari sisi angka kemiskinan dan stunting mengalami penurunan yang signifikan, meskipun dalam kondisi pandemi Covid-19, 

“Saya dan wakil bupati di akhir kepemimpinan, menargetkan angka kemiskinan mencapai 19 persen. Dari sebelum dilantik itu angkanya 24 persen, dan sekarang secara perlahan-lahan turun, meskipun masih dalam kondisi Covid-19,” tutupnya. (RHM)

Dapatkan sekarang

Berita Kota Ambon, Ringan dan cepat
13 Disukai
Nardi
14 jam